INSPIRASI - Jurnal dan Majalah Pendidikan SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Firman Akbar Islami : “Setengah Lahan Parkir SMP Muhammadiyah 1 dijadikan sebagai lahan parkir baru” PDF Print E-mail
Written by Abi Rafdi Furqon, Shinta Dwi Riestanti, dan Elvira Riski   
Monday, 09 November 2009 09:13

Hari senin (9/11) disela-sela kegiatan Ketua Umum SMA Muhammadiyah 1 yang baru ini, kami menanyakan tentang solusi lahan parkir yang terbatas di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dengan lugasnya beliau mengutarakan pendapatnya mengenai lahan SMP yang digunakan untuk lahan baru. Berikut beberapa ungkapannya:


Padangan anda tetentang lahan parkir yang terbatas adalah ?

Cukup puas dengan lahan parkir ini, walau terbukti dengan setiap tahun ajaran baru selalu ada pertambahan anak yang membawa sepeda motor. Ini membuat lahan parkir semakin sempit. Yang tahun lalu hanya sampai batas sebelum lapangan basket sekarang sudah melebihi lapangan hingga di depan kantor kepala sekolah.

Dulu, katanya Pak Wardikin ingin membuat lantai dua sebagai lahan parkir ?

Kalau jadi sih bagus, ini membuat lahan parkir di bawah tidak terlalu sempit. Tapi sekarang pak wardiking kan sudah tidak menjabat lagi, mungkin rencana tersebut tidak terlaksana. Sebenarnya saya sangat setuju karena ini pertama kalinya sekolah menggunakan lantai dua sebagai lahan parkir. Tarus katanya juga, lahan belakang sekolah akan dibuat untuk lahan parkir. Jadi dari belakang sekolah ada jalan baru. Menurut saya kita menggunakan lahan SMP untuk lahan parkir. Tidak semua lahan SMP kita buat parkir.

Anda kan seorang ketua IPM, mungkin kah anda menagih janji ke Pak wardikin tentang ini ?

Ya gak bisa, soalnya beliau sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala sekolah SMA kita. Mungkin hal itu bisa dibicarakan kembali dengan kepala sekolah yang baru yaitu pak Sukari. Sehingga sepeda motor di depan ruang Multimedia hingga XII-IS-III tidak lagi penuh, karena jika dipandang tidak etis.

Apakah efisien jika lahan parkir ditambah di depan SMP ?

Menurut saya, efesien saja. Soalnya cukup membantu untuk mengurangi berjubelnya sepeda di lapangan parkir hingga memenuhi lapangan sekolah. Kita kan tidak memakai semua lahan parkir di SMP, kita hanya mengeluarkan beberapa sepeda motor jika lahan parkir sudah penuh.

Bagai mana jika terjadi kerusakan di lingkungan SMP ?

Itu bukan tanggujawab sekolah. Karena sekolah hanya menyediakan lahan parkir, ini mungkin hanya urusan personal bagi murid kita. Tapi jika kerusakan karena kesalahan sekolah maka sekolah akan bertanggung jawab.

Apakah tidak ada cara lain, seperti siswa berboncengan dengan teman sebangkunya ?

Cukup bagus, tapi tidak semua anak mau untuk berboncengan dengan temannya, karena berbedanya arah rumah

Kami pernah mendengar, di SMAM ini ada klub sepeda, mereka membawa sepeda pada hari-hari tertentu. Hal ini dapat mengatasi Global warming dan mengurangi jumlah sepeda, bagai mana menurut anda ?

Saya tidak pernah mendengar tentang klub ini, tapi sebenarnya ini bagus untuk lahan parkir kita yang sempit. Karena dapat mengatasi masalah itu. Juga kan, tidak merusak pepohonan di lingkungan sekolah yang sekarng di gunakan untuk lahan parkir.

Solusi anda tentang masalah ini apa ?

Ya itu tadi, lahan di lantai dua dijadikan lahan untuk parkir. Mungkin juga dengan lahan parkir lantai dasar diperlebar.

Pewawancara :

Abi Rafdi Furqon (XI-IA-I )

Sinta Dwi Riestanti (XI-IA-I )

Elvira Riski ( X-8)


Last Updated on Monday, 09 November 2009 09:21
 

Versi Digital Edisi 13

majalah inspirasi SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Jurnal Inspirasi Vol.I

jurnal inspirasi SMA Muhammadiyah 1 Gresik Volume I